Penjualan Mobil Premium 2026: BMW Naik 57 Persen, Lexus dan Mercedes-Benz Turun

Penjualan mobil premium Indonesia bergerak ke dua arah berbeda sepanjang Januari-September 2026. Data Gaikindo menunjukkan BMW menanjak, Lexus dan Mercedes-Benz tergelincir, dan Xpeng melonjak hingga lebih dari 800 persen. Konsumen mobil mewah rupanya makin terbuka pada merek baru.

Segmen premium menyumbang porsi kecil dari total pasar otomotif nasional, namun nilainya tinggi. Arah teknologi sebuah merek biasanya muncul lebih dulu di kelas ini sebelum turun ke segmen massal. Konsumen kelas atas juga relatif lebih tahan terhadap kenaikan harga.

Wholesales dan ritel: dua angka yang berbeda

Gaikindo mencatat penjualan dalam dua ukuran. Wholesales menghitung distribusi kendaraan dari pabrikan ke dealer, sedangkan ritel menghitung unit yang sampai ke tangan konsumen. Selisih keduanya memperlihatkan stok yang mengendap di dealer maupun kecepatan penyerapan pasar.

Pada pasar premium, angka bulanannya kecil. Satu pengiriman besar bisa mengubah persentase bulanan secara drastis. Karena itu, angka kumulatif sembilan bulan lebih layak dijadikan patokan.

BMW naik 57,2 persen

Wholesales BMW tercatat 1.791 unit selama Januari-September 2026, naik 57,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Pada September 2026, distribusi BMW mencapai 290 unit, tumbuh 82,4 persen dari September 2025 dan 36,2 persen dari Agustus 2026.

Ritel BMW ikut tumbuh, meski lebih landai. Penjualan ke konsumen mencapai 2.006 unit sepanjang sembilan bulan pertama 2026, naik 11,8 persen. September 2026 menutup 329 unit, naik 27,5 persen dibanding September 2025 dan 6,1 persen dibanding Agustus.

Lexus turun 17,9 persen

Wholesales Lexus tergelincir 17,9 persen menjadi 1.066 unit. Distribusi September berhenti di 67 unit, angka yang sama dengan September 2025, dan anjlok 71,7 persen dari Agustus 2026.

Ritel Lexus tercatat 1.058 unit, turun 15,8 persen dari Januari-September 2025. September 2026 mencatat 163 unit, surut 20,5 persen dari Agustus meski naik 7,2 persen dari September tahun lalu.

Mercedes-Benz turun 13,3 persen

Wholesales Mercedes-Benz mencapai 757 unit, turun 13,3 persen. September 2026 menunjukkan pemulihan singkat: distribusi naik 11,5 persen dari Agustus dan 58,9 persen dari September 2025.

Ritel Mercedes-Benz tergerus lebih dalam, 26,5 persen, menjadi 747 unit. Penjualan September tercatat 112 unit, naik 17,9 persen baik dibanding Agustus maupun September 2025.

Xpeng melonjak lebih dari 800 persen

Merek asal China ini mencatat lonjakan yang jauh meninggalkan pesaingnya. Wholesales Xpeng naik 712,1 persen menjadi 2.745 unit, sementara ritelnya melompat 839,5 persen menjadi 2.424 unit.

September 2026 menyumbang 454 unit wholesales, naik 398,9 persen dibanding September 2025 meski turun 25,5 persen dari Agustus. Ritel September tercatat 535 unit, naik 568,8 persen year-on-year dan 22,4 persen dari Agustus.

Xpeng menyiapkan amunisi berikutnya berupa SUV listrik Xpeng G9L yang meluncur 11 November 2026. Model berbaterai 110 kWh itu membidik pembeli mobil mewah yang beralih ke listrik.

Danza turun 55,6 persen

Sub-brand premium BYD yang berganti nama dari Denza ke Danza bergerak ke arah sebaliknya. Wholesales Danza turun 55,6 persen menjadi 3.009 unit. September 2026 hanya menyumbang 8 unit, anjlok 96,8 persen dari September 2025 dan 11 persen dari Agustus.

Ritel Danza menyusut 51,5 persen menjadi 3.135 unit. September 2026 mencatat 230 unit, turun 37,7 persen dibanding September 2025 dan 55,7 persen dibanding Agustus.

Ringkasan kumulatif Januari-September 2026

  • BMW: wholesales 1.791 unit (naik 57,2 persen), ritel 2.006 unit (naik 11,8 persen)
  • Lexus: wholesales 1.066 unit (turun 17,9 persen), ritel 1.058 unit (turun 15,8 persen)
  • Mercedes-Benz: wholesales 757 unit (turun 13,3 persen), ritel 747 unit (turun 26,5 persen)
  • Xpeng: wholesales 2.745 unit (naik 712,1 persen), ritel 2.424 unit (naik 839,5 persen)
  • Danza: wholesales 3.009 unit (turun 55,6 persen), ritel 3.135 unit (turun 51,5 persen)

Peta persaingan segmen premium

BMW, Lexus, dan Mercedes-Benz kini berbagi pangsa dengan pemain China. Pergerakan Xpeng menunjukkan bahwa pembeli mobil mewah Indonesia mempertimbangkan listrik sebagai opsi serius, bukan sekadar mainan teknologi. BMW yang menawarkan lini elektrifikasi tumbuh paling sehat di antara merek Jerman dan Jepang.

Data ini melengkapi gambaran pasar otomotif nasional yang tumbuh 21 persen sampai September 2026, seperti dibahas pada target Gaikindo 850 ribu unit tahun ini. Di pasar massal, merek non-Astra juga menggerus dominasi pemain lama, terlihat pada pangsa pasar Astra yang turun ke 49,3 persen. Pergeseran serupa terjadi di kelas terlaris, di mana BYD Atto 1 menembus dua besar mobil terlaris September 2026.

Apa yang layak diperhatikan pembeli

Angka penjualan bukan satu-satunya pertimbangan saat memilih mobil premium. Ketersediaan suku cadang, jaringan bengkel, dan program purna jual menentukan biaya kepemilikan lima tahun ke depan. BMW dan merek Jepang punya jaringan yang mapan, sedangkan pemain China mengandalkan perluasan dealer yang sedang berjalan.

Nilai jual kembali ikut dipengaruhi volume penjualan. Merek dengan distribusi stabil biasanya lebih mudah dilepas kembali. Data Gaikindo di atas bisa Anda pakai sebagai bahan tawar saat membandingkan tawaran dealer. Tanyakan juga program servis berkala dan ketersediaan unit demo sebelum menandatangani pemesanan.

Kuartal terakhir 2026 menentukan apakah Lexus dan Mercedes-Benz menutup tahun dengan pemulihan. Keduanya menutup September dengan arah yang berbeda dari angka kumulatifnya. BMW dan Xpeng tinggal menjaga momentum lewat peluncuran model baru serta program penjualan akhir tahun.